Pasca Lebaran Penambangan Diduga Ilegal di Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) PT Timah Tbk di Kawasan DAS Kolong Bravo Kembali Marak

INDONESIASATU.CO.ID:

PANGKAL PINANG - Pasca lebaran kegiatan penambangan diduga ilegal di wilayah izin usaha penambangan (WIUP) PT Timah Tbk di kawasan DAS Kolong Bravo kini mulai marak kembali, padahal diketahui surat perintah kerja (SPK) dari PT Timah belum dikeluarkan kembali untuk melakukan kegiatan penambangannya.

Sebelumnya diketahui, SPK menambang itu ditertibkan atas nama CV SR Bintang Babel selaku mitra PT Timah Tbk untuk melakukan kegiatan penambangan dengan konsep berkerjasama dengan para penambang rakyat, yang bertujuan utama untuk melakukan pendalaman dan pelebaran alur DAS Kolong Bravo, yang direncanakan oleh  Pemda Bangka Belitung (Babel) akan dibangun atau ditata menjadi kolong retensi dan Kolong wisata.

Dan diketahui oleh warga setempat, bahwa kegiatan aktivitas penambangan tersebut, pengawasan pekerjaannya oleh Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel dan Resimen XXIX Yudha Putra PPM Babel.

Namun, saat dikonfirmasi oleh Jurnalis Indonesiasatu.co.id adanya kegiatan aktivitas penambangan pasca berakhirnya SPK dikawasan DAS Kolong Bravo dibantah langsung oleh Ketua HPI Babel  Rikky Fermana.

"Maaf, siapa yang berkerja disana, saya tidak tahu dan bukan mitra kami dan kami masih menunggu SPK perpanjangan dari PT Timah untuk melakukan pekerjaan lanjutannya yakni penimbunan dan pendalaman alurnya, silahkan sahabat  wartawan cek langsung ke lokasi ya," Ujar Rikky saat ditemui oleh Jurnalis Indonesiasatu.co.id di Kafe Trill Pasir Putih Pangkalpinang, Senin (1/7/2019).

Dijelaskannya, bahwa salah satu alasan pihak PT Timah Tbk belum memperpanjang SPK dikawasan itu dikarenakan adanya kegiatan aktivitas penambangan timah yang ilegal di WIUP milik mereka, dan belum ada  rekomendasi dari pihak kecamatan Pangkalan Baru.

Jurnalis Indonesiasatu.co.id hari itu langsung melakukan investigasiasi ke lokasi kegiatan aktivitas penambangan dikawasan DAS Kolong Bravo, ternyata benar ada sekitar 7 pront mesin TI dan pelaku penambang yang sedang bekerja.

Saat dikonfirmasi kepada salah satu pekerja tambang, bahwa TI yang mereka kerjakan milik warga Pangkalpinang bernama Koboi.

"Maaf pak kami hanya berkerja saja kalau masalah ada tidak surat izinnya saya tidak tahu pak, silahkan tanya kepada pak Koboi," ujar salah satu pekerja yang tidak mau tulis namanya.

Namun, hal itu dibantah  oleh Koboi bahwa dirinya tidak menambang secara langsung di lokasi tersebut, namun koboi mengakui lahan tersebut sudah dibelinya dengan ditegaskannya bahwa ia hanya membeli isi yang terkandung didalam tanahnya saja, bukan membeli lahan tanah tersebut.

"Ku tidak nambang disitu, yang menambang disitu TB (inisial), Tb hanya fee lahan dan isi yang ade lahan tu sudah kubeli kepada pemilik lahan," Ujar Koboi saat dihubungi melalui telepon selulernya, sore tadi, Senin (1/7/2019). Kepada Jurnalis Indonesiasatu.co.id, TB mengakui bahwa   seluruh mesin TI yang menambang atau beroperasi  di lokasi kawasan DAS Kolong Bravo miliknya. 

"TI di situ milik saya semua pak bukan milik pak Koboi dan itu lokasi masuk wilayah kota Pangkalpinang, dan kami sudah tanya kepada PT Timah tapi mereka belum berani memastikan itu masuk wilayah Bangka Tengah atau Kota Pangkalpinang," Ujar TB saat ditemui oleh Jurnalis Indonesiasatu.co.id  di Kantor Camat Pangkalan Baru bersama Ketua HPI Babel.

Sementara itu, pihak PT Timah Tbk  melalui bagian pengawasan tambang Wilayah Bangka Tengah, membenarkan bahwa sampai  saat ini pihaknya belum mengeluarkan SPK Perpanjangan untuk CV SR BINTANG BABEL melakukan kegiatan pekerjaan lanjutannya, namun pihak tidak menampik bahwa adanya aktivitas kegiatan menambang dilokasi Bravo yang berbatasan langsung dengan wilayah kota Pangkalpinang.

"Memang benar kemarin kami mengecek ada kegiatan tambang dilokasi WIUP PT Timah di sekitar kolong Bravo, kami tidak mengetahui persis apakah lahan itu masuk wilayah Bangka Tengah atau Pangkalpinang, dan kami sarankan kepada penambang agar menanyakan langsung ke pihak kecamatan Pangkalan Baru," Jelas Manda, salah satu pengawas tambang PT Timah wilayah produksi darat Bangka Tengah saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sedangkan pihak Kecamatan Pangkalan Baru saat konfirmasi, tidak mengetahui adanya aktivitas penambangan yang dilakukan oleh Tb sudah berjalan pekan terakhir.

"Saya belum mengetahuinya bahwa ada aktifitas penambangan lagi di sana, karena yang saya tahu hanya CV SR Bintang Babel saja diberikan izin melakukan penambangan dan untuk melakukan pekerjaan penimbunan dan pendalaman alur DAS Kolong Bravo," Kata Samsul Camat Pangkalan Baru saat dihubungi jurnalis Indonesiasatu.co.id melalui telepon selulernya. (*)

  • Whatsapp

Index Berita