Lantik 5 Kajati dan 8 Pejabat Eselon II, Jaksa Agung: Ada Tugas dan Tanggung Jawab Besar di Depan Mata Kita, Pemilu Legislatif Serentak dengan Pilpres

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Jaksa Agung RI Dr.(HC) H.M. Prasetyo melantik dan mengambil sumpah para Pejabat Baru Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Rabu (09/01/2019) di Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-262/A/JA/12/2018 yang diterbitkan pada tanggal 7 Desember 2018.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan kepada Pejabat yang baru dilantik, ada satu tugas dan tanggung jawab besar yang sedang menanti di depan mata kita dan di depan para pejabat yang baru saja dilantik yaitu perhelatan akbar pesta demokrasi, yang untuk pertama kalinya Pemilu Legislatif dilakukan secara serentak dalam waktu bersamaan dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Sementara itu berdasar pengalaman dan pengamatan, dalam realitas praktek berdemokrasi yang selama ini terjadi, dapat dinyatakan bahwa setiap kali diselenggarakan Pemilu, maka di dalamnya acap kali masih dijadikan sebagai ajang persaingan oleh segenap elemen dan elite politik, baik di tingkat daerah maupun nasional sambil saling unjuk kekuatan. Menjadikan Pemilu tidak lagi sebagai arena kontestasi berdemokrasi yang baik dan sehat untuk saling mengadu ide, gagasan, dan program, melainkan justru dianggap merupakan arena untuk menonjolkan gengsi meraih kemenangan guna memperebutkan kursi kekuasaan dengan mengabaikan etika dan menghalalkan segala cara,”terangnya.

Lebih lanjut Jaksa Agung mengatakan hiruk pikuk politik dalam meraih kekuasaan seperti itu cenderung kian memanas seiring meningkatnya trend semakin intens dilakukannya berbagai cara negatif mulai dari menebar kebencian, provokasi, dan politisasi dengan memanfaatkan dan membawa sentimen berbasis pada suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), sampai dengan penyebaran berita bohong (hoax) penuh fitnah untuk menciptakan suasana saling curiga yang sangat berpotensi menimbulkan terjadinya perpecahan, pertikaian, dan konflik ditengah masyarakat diantara sesama anak bangsa. Belum lagi dengan masih marak dan masifnya praktik politik uang (money politic) yang dilakukan untuk memengaruhi pemilih, semakin menambah panjangnya daftar persoalan yang akan menjadi ancaman dan dapat mengganggu pelaksanaan Pemilu yang tidak mustahil akan menimbulkan banyak masalah yang pada akhirnya dapat bermuara pada proses.

Untuk itu, Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum harus mampu menjadi penopang dan penyangga utama, dalam posisi sentral selaku pemegang asas dominus litis, yang turut bertanggung jawab dan menentukan manakala perlu dilakukannya penegakan hukum dalam proses penyelenggaraan Pemilu yang sedang berjalan. Yang untuk itu maka netralitas dan independensi jajaran Kejaksaan dalam upaya penegakan hukum yang imparsial, tidak diskriminatif, serta bebas dari kepentingan kelompok maupun golongan agar keseluruhan proses Pemilu dapat berjalan secara damai, bersih, tanpa hoax, tanpa politisasi SARA, tanpa manipulasi, dan tanpa politik uang sangat diperlukan.

Dalam kesempatan ini Jaksa Agung menyampaikan ucapan selamat tahun baru 2019 dengan harapan menjadi bangsa yang bermartabat dan lebih baik lagi. “Semoga kedepan ini kita semua dan bangsa kita akan tumbuh menjadi bangsa yang bermartabat dan lebih baik,” harap Jaksa Agung.

Berikut nama-nama pejabat yang di lantik Jaksa Agung RI:

  1. Tony Spontana yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati DKI.
    Kajati DKI Jakarta menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas)
  2. Warih Sadono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dipromosikan menjadi Kajati DKI.
  3. Asri Agung Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati Kepulauan Riau dipromosikan menjadi Direktur Penyidikan pada Jampidsus.
  4. Edy Birton yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Jawa Timur dipromosikan menjadi Kajati Kepulauan Riau
  5. Heffinur yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jampidsus, kini dipromosikan menjadi Kajati Papua
  6. Sugeng Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati Papua kini dipromosikan menjadi Direktur Penuntutan pada Jampidsus
  7. Wisnu Baroto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Jampidsus, kini dipromosikan menjadi Kajati Maluku Utara.
  8. Ida Bagus Nyoman Wismantanu yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati Maluku Utara, kini dipromosikan menjadi Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Jampidsus
  9. Dedy Siswadi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindakan Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lain pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), kini menjadi Inspektur III pada Jamwas
  10. M Dofir yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati NTB, kini dipromosikan menjadi Direktur Tindakan Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lain pada Jampidum
  11. Arif yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Banda Aceh, kini dipromosikan menjadi Kajati NTB
  12. A Taufik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Kepulauan Riau, kini dipromosikan menjadi Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin).
  13. Jaya Kesuma yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan pada Jambin, kini dipromosikan menjadi Direktur Ideologi Politik, Pertahanan, dan Keamanan pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) kini mengisi posisi tersebut. (pd/foto:yus)

Sumber: kejaksaan.go.id

 

  • Whatsapp

Berita Terkait

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita