Inspektorat Jeneponto: Bakal Tindak Oknum yang Pangkas Bantuan Penerima KIP

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- Salah satu sekolah SD di Kabupaten Jeneponto, yaitu. SDN 16 Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea. Diduga melakukan pemangkasan bantuan siswa miskin yang dilakukan oleh oknum guru terhadap orang tua murid selaku penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepada media, sejumlah orang tua murid itu mengaku potongannya bervariasi sesuai kelasnya. Untuk kelas satu, senilai Rp50 ribu persiswa. Sedangkan untuk kelas 4 - 6 senilai Rp100 ribu persiswa.

"Harusnya kan diterima Rp.450.000 ribu  persiswa untuk kelas 4 - 6, tapi ada potongan jadi sisa Rp.350.000 ribu. Untuk kelas satu diterimanya Rp.225.000 ribu persiswa, tapi dipotong juga jadi sisa Rp.175.000 ribu," jelas sejumlah orang tua murid itu.

Menanggapi hal tersebut, Badan lembaga pemerintahan selaku bidang pengawas dan pemeriksaan ( Inspektorat ) Kabupaten Jeneponto akan turun melakukan penelusuran terhadap sekolah dasar (SD) yang diduga melakukan pemotongan penerima KIP.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Inspektorat Kabupaten Jeneponto, Yusuf Fakihi, MSi sapaan karaeng Jarre kepada media Indonesiasatu.co.id lewat via telephonen, Kamis (21/3/2019).

Sapaan karaeng Jarre itu juga mengaku, sebelumnya memang ada laporan yang masuk terkait kasus sama, pemotongan bantuan siswa miskin peserta didik pemegang KIP di sekolah lain, tapi uangnya itu harus dikembalikan ke siswa.

"Saya akan menindaklanjuti oknum guru yang diduga melakukan pemotongan bantuan siswa miskin itu. Jika terbukti saya suruh kembalikan uang itu ke orang tua murid," tegasnya.

Ia juga menegaskan, akan menindaki bila ada yang terbukti melakukan pemotongan. "Inspektorat tidak ada yang ditutup - tutupi saya selalu terbuka," tambah dia.

Selin itu katanya, terkait sanksi lain bapak Bupati Jeneponto yang punya wewenang selaku pembina kepegawaian," terangnya.


Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita