Haul Gus Dur ke-10 di Belitung Timur, Akidah Lakum Dinukum Waliyadin

indonesiasatu, 16 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BELITUNG TIMUR - Forsila Beltim (Forum Silaturrahmi Belitung Timur) melaksanakan Haul Gus Dur ke-10 dengan tema 'Gus Dur Memanusiakan Manusia' yang dilaksanakan di halaman Danramil Manggar taman kota Manggar berlangsung dengan hidmad dan sukses,Sabtu(15/2/2020).

Acara yang dihadiri para pejabat tinggi dan Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung Timur,Tokoh berbagai agama, Ulama, Depag, OPD, Ormas, Kepala Desa,Tokoh masyarakat, Kelompok pengajian serta yang lainnya.

Acara Haul Gus Dur ke-10 ini dikemas dengan terbuka untuk umum dan ditempat terbuka ini, bertujuan mengingat acara ini diperuntukan bagi siapa saja tanpa terkecuali, untuk semua kalangan suku, ras, etnis dan semua agama.

Ketua Forsila Beltim Ustadz Samsul Aripin P.hD, mengatakan, pelaksanaan Haul Gus Dur ini dilaksanakan guna mengenang Gus Dur selaku sosok seorang Ulama Besar yang juga Presiden ke-4 Indonesia dengan pandangannya kepada semua ummat manusia sebagai mahluk Allah SWT yang harus dihargai dan dihormati.

"Siapa tidak kenal Gus Dur, beliau adalah seorang tokoh Fluralisme fenomenal menghargai ummat ciptaan Allah SWT tanpa memandang suku ras etnis dan agama yang sama pula kedudukannya selaku ummat manusia" Ujar Ustadz Piping sapaan akrabnya.

Selanjutnya Ustadz Piping menegaskan sosok Gus Dur yang ulama besar ini adalah manusia langka dimuka bumi pada saat sekarang ini.

"Gus Dur saya memandangnya adalah manusia langka merupakan produk Allah SWT saat ini yang tidak ada duanya, mungkin seratus tahun lagi yang belum tentu ada" Ujarnya dengan kata penuh hidmad serta berbagai dalil dan hadist yang disampaikan dihadapan para hadirin dari semua kalangan.

KH. A.Ja'far Siddik selaku petausiah mengatakan bahwa manusia itu hakekatnya adalah sama yang terbuat dari segumpal tanah liat dalam tiga warna, oleh karnanya manusia tidak boleh sombong apa lagi takabbur.

"Semua manusia itu sama asalnya dari tanah liat dengan tiga warna, oleh karnanya jangan sombong dan takabbur, jangan Su'uzon jangan memandang dan berfikiran sepintas tanpa mengetahui apa sesungguhnya atas kebenaran sebelum menilai" Tutur Kyai.

Kyai Ja'far kembali menjelaskan sosok Gus Dur adalah tokoh NU merupakan sosok manusia yang penuh dengan keilmuan dunia aherat, yang berpandangan toleran kepada semua ummat.

"Gus Dur dengan slogannya yang sangat terkenal 'Gitu Aja Kok Repot' ini bukan tidak berdasar, 'Yassir Walatu'assir' jangan persulit, rasulullah SAW adalah panutan yang tidak membedakan berada ditengah berbagai ras dan agama saat itu, sangat toleran,menghargai menghormati, soal akidah adalah ' Lakum dinukum waliyadin', Habbulwaton minal iman, merajut silaturahmi  bertoleransi" Ujar Kyai (Helmi M Fadhil)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu
Media Redaksi

HELMI

helmi.journalist.id